Grace After Grace
Natal di gereja saya taun ini
temanya Grace After Grace . Kalau direnungkan, ehm…rasanya pas sekali tema ini
dengan hidup yang saya jalani sekarang. Buat saya, hidup saya yang sekarang
adalah anugerah demi anugerah. Dan saya rasa, bisa merasakan anugerah itu,
adalah sebuah anugerah sendiri, karena tidak semua orang bisa menganggap itu
suatu anugerah (haha..rumit ya)
Di penghujung tahun ini, saya mau
share sedikit apa yang sudah saya alami
selama 34 tahun menjalani hidup ini. Lahir dari keluarga biasa cenderung pas -pas
an, membuat saya tumbuh jadi anak yang berjuang. Hidup bagi saya bukan hal yang
mudah,s emuanya perlu perjuangan. Jika ingin mendapatkan sesuatu , saya
terbiasa mendapatkannya dengan perjuangan, termasuk jika ingin mendapatkan nilai yang baik.
Namun, jika saya melihat ke belakang, itulah cara Tuhan memebentuk saya
melewati semuanya.
Ejekan dan cibiran teman sebaya,saya
jadikan alasan untuk terus berusaha. Keadaaan yang sulit membuat saya jadi
berppikir kreatif dan alasan saya untuk berjuang. Saya mempunya mama yang luar biasa, beliau selalu llbilang, jadi
perempuan itu harus serba bisa, jangan pernah menggantungkan hidup pada orang
alain, itu yang saya pegang sampai sekarang.
Untuk sorang yang dekat dengan saya,s aya selalu bilang, modal saya tuh
dengkul dan kemauan. Dengkul untuk berdoa dan keinginan untuk maju.
Ada badai yang harus saya lewati,
saya bersykur kalau badai itu sudah mereda. Kesalahan mengambil keputusan di masa lampau ,
membuat saya dan suami harus memulai hidup dari nol (minus malahan, karena
menginggalkan banyak hutang). Saat melewati badai itu, saya jadi tahu, mana
saudara, mana teman dan mana orang yang meremehkan. Untuk teman teman dan
saudara yang tetap ada di sat itu, saya bersyukur, dan tentu akan mengingat
terus mereka sebagai bagian dari perjuangan saya. Untuk yang meremehkan, saya ga
mau komentar, setau saya, diatas langit masih ada langit, roda kehidupan
berputar, semua ada waktunya, biarin ajalah….terserah kalian mau bilang apa.
Saat ini, walalupun keadaannya
belum sempurna, tapi saya bersykur kalau semuanya sudah jadi lebih baik. Dan buat
saya, kalau semuanya ini bisa berlalu , itu hanyalah anugerahNya semata. Ada
saatnya, ketika semuanya begitu berat,,saya tidak bisa melihat anugerah Tuhan,
saya hanya melihat kesulitan besar yang saya tidak tahu kapan akan berkahir.
Sampai suatu saat saya sharing dengan seorang teman, dan dia berkata : udahlah kamu berhenti
mempertanyakan semuanya, biar itu tetap
jadi misteri. Saat itulah saya mulai berhenti bertanya tanya, dan saat itulah saya bisa
melihat Tuhan buka jalan satu per satu untuk hidup yang lebih baik.
Satu hal menarik yang saya pelajari
tahun ini, mata saya terbuka untuk satu anugerah yang namanya : Anugerah untuk
menikmati apa yang tidak kita miliki…(haha..agak konyol kan namanya?). Dulu saya tidak mengerti dan rasanya
kok tidak bisa diterima akal sehat, tapi, baru tahun ini saya menyadarinya.
Seperti yang saya bilang tadi,
karena sayan dan suami sedang memulai
dari nol, sekarang ini kita ga punya mobil. Yang unik adalah, walaupun kita
tidak punya mobil, tapi saya bisa pake mobil jika saya membutuhkannya. Mama
saya menawarkan mobil untuk saya pakai, dan mama mertua juga megijinkan
saya utnuk memakai mobilnya. BErhubung
dari kecil , sama mama saya tuh ga dibiasain pinjem barang orang, makanya,
kalau mau pake mobil orang lain itu, kok rasanya ga enak banget….kalau pake
punya mama sih masih okelah, Cuma kalau pake mobil mertua, tetep aja ada rasa
sungkan..Nah, disinilah saya belajar melihat anugerah, saya melihat ini sebagai
berkat yang tak terkira.
Satu lagi , di akhir tahun ini, saya
kembali dapat pinjaman mobil..haha…sepupu saya pergi ke luar kota dan
menitipkan mobilnya di rumah selama 2 minggu.
Wow….amazing buat saya….dan beberapa hari ini saya menyadari bwaha dalam
diri saya banyak talenta yang Tuhan berikan, kadang kurang saya sadari, yang
itu bisa saya kembangkan terus.
Selalu ada pelangi sesudah hujan.
Saya bersyukur untuk semua yang boleh terjadi. Bersyukur boleh mengakhiri tahun
2013 ini.
Mazmur 23:1-3 Tuhan adalah
gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput
hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun
aku di jalan yang benar oleh karena namaNya
Soli Deo Gloria
(Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan)
